ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DITINJAU DARI ASPEK TANGIBLE (BERWUJUD) PADA KANTOR DESA MABURAI KECAMATAN MURUNG PUDAK

Authors

  • Ika M Manalu Program Studi Administrasi Publik, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong
  • Wahyu Subadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong

Keywords:

kualitas pelayanan, tangible, pelayanan, publik, tabalong

Abstract

Dimensi tangible merupakan aspek kualitas pelayanan yang dinikmati, dirasakan dan dinilai oleh pelanggan, dengan menggunakan indra manusia.Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk menganalisis Kualitas Pelayanan Publik ditinjau dari Aspek Tangible (berwujud) pada Kantor Desa Maburai Kecamatan Murung pudak. Jenis dan metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari observasi dan wawancara, data sekunder diperoleh dari dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif dan menggunakan analisis data Miles dan Huberman,yang meliputi data collection, data condensation, data display, conclusion drawing atau data verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Publik ditinjau dari Aspek Tangible (berwujud) dengan lima indikator yaitu : penampilan petugas saat melakukan pelayanan, kenyamanan tempat melakukan proses pelayanan, kemudahan dalam proses pelayanan, kedisiplinan petugas/aparatur saat melakukan pelayanan, kemudahan dalam mengakses permohonan pelayanan dan penggunaan alat bantu dalam pelayanan pada Kantor Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak sudah baik.

Kata kunci: Kualitas, Pelayanan publik, Aspek Tangible

References

Bella, N. (2017). Kualitas Pelayanan Publik Di Desa Lalumpe Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan.
Hadiansya. (2011). Kualitas Pelayanan Publik,Konsep,Dimensi,Indikator,dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Hadiansya. (2011). Kualitas Pelayanan Publik,Konsep,Dimensi,Indikator,dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Hardan. (2020). metode penelitian kualitatif & kuantitatif. yogyakarta: pustaka ilmu.
Ibrahim, A. (2008). Teori dan Pelayanan Publik serta Implementasinya. Bandung: Bandar Maju.
Imam, S. (1983). Teknik Memimpin Pegawai dan Pekerja. Jakarta: aksara baru.
Irwan, B. s. (2005). Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty.
Jogiyanto. (2007). Sistem Informasi Keprilakuan. Yogyakarta: Andi.
Juliantara, D. (2005). Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Publik. Yogyakarta: Pembaruan.
Junairso, R. (2009). Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Pelayanan Publik. Bandung: nuansa.
Kotler, P. (1994). Manajemen Pemasaran,Analisis Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.
Lovelock, C. H. (1997). Marketing Manajemen. New Jersey: Prentice Hal.
Moenir. (2002). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Moenir. (2010). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia . jakarta: bumi aksara.
Moleong. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rodakarya.
Muhklas Adi Putra, K. D. (2018). Analisis Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Desa Redang Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu”.
Musdalipa. (2017). Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.
Pasolong, H. (2006). Metode Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Pasolong, H. (2017). Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Rambat, L. (2001). Manajemen Pemasaran Jasa. jakarta: PT Salemba Empat.
Sa’diyah, H. (2020). Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Desa Handil Labuan Amas Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
Saefullah, D. H. (2008). Pemikiran Kontemporer Adminisrtasi Publik Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Lemlit.
Sampara, L. (1999). Manajemen Kualitas Pelayanan. Jakarta: STIA LAN Pres.
Santosa, P. ( 2008). Administrasi Publik.Bandung. Bandung: Refika Aditama.
Sembiring, M. (2012). Budaya dan Kinerja Organisasi. Bandung: Fokusmedia.
Sinambela, L. P. (2010). Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi Aksar.
Sondak, I. T. (2018). Kualitas Pelayanan Di Kantor Desa Keroit Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan’’.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyetty, g. k. (2006). Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan. Bogor: Yudhistira.
Thoha, M. (1987). Perspektif Perilaku Birokrasi. Jakarta: Rajawali.
Tjiptono. (2006). Pemasaran jasa. Malang: Bayumedia.
Sumber lainnya :
Data Profil Desa Maburai . (2020).
Peraturan Kepala Desa Maburai Nomor 28 Tahun . (2020).
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. (2017).
Undang-Undang no 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Published

2021-11-22

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

> >>