Abstract

Tingginya resiko dalam pekerjaan merupakan salah satu bentuk job insecurity yang membuat kondisi psikologis karyawan menjadi gelisah, khawatir sehingga akan memicu keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis 1) Pengaruh signifikan job insecurity terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLNT) Cabang Barabai Ulp Tanjung, Tabalong, 2) Seberapa besar pengaruh job insecurity terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLNT) Cabang Barabai Ulp Tanjung, Tabalong.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Pengumpulan data penelitian diperoleh dari kuesioner dan wawancara, Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua karyawan kontrak Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLNT) Cabang Barabai Ulp Tanjung, Tabalong sebanyak 56 orang, Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel sama dengan jumlah populasi, Teknik analisis data menggunakan program Generalized Structured Component Analysis (GSCA).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh signifikan job insecurity terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLNT) Cabang Barabai Ulp Tanjung, Kabupaten Tabalong (2)Besarnya pengaruh job insecurity terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLNT) Cabang Barabai Ulp Tanjung, Kabupaten Tabalong adalah sebesar 56.8% dan sisanya sebesar 43.2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar dari indikator yang digunakan dari penelitian ini.


Kata Kunci: Job Insecurity, Turnover Intention, Generalized Structured Component Analysis (GSCA)