Abstract

Harga pokok produksi merupakan dasar utama dalam penentuan laba usaha dan sebagai pedoman penetapan harga jual produk bagi usaha olahan pangan khususnya usaha gula habang (Arenga Pinnata) dalam perdagangan daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan dengan perhitungan menggunakan metode Full Costing terhadap harga jual. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan melakukan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.


Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan perhitungan harga pokok produksi perusahaan dengan metode Full Cosing. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode Full Costing sebesar Rp.36.168.400: 3.502=Rp. 10.327,- dengan laba bersih sebesar Rp.9.672,- perunit. Sedangkan perhitungan dengan metode perusahaan sebesar Rp.35.380.000 : 3.502 = Rp. 10.102,- dengan laba sebesar Rp.9.898,-/unit. Hasil tersebut diperoleh dari total biaya keseluruhan dibagi jumlah produksi. (2) perhitungan dengan metode Full Costing lebih baik dalam penentuan hargajual produk karena semua unsur biaya dibebankandalam perhitungan harga pokok produksi.


Kata Kunci : Akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok Produksi, Harga Jual.