Abstract

Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan baik untuk para pelaku sendiri maupun orang lain di sekelilingnya. Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Tahun 2017 tentang kawasan Tanpa Rokok  adalah kebijakan yang mana tercantum pada Pasal 1 ayat 10 : “Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi, dan/ atau penggunaan ROKOK”  meliputi : Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat proses belajar mengajar, Tempat Ibadah, Tempat anak bermain, Angkutan umum, Tempat Kerja, Tempat Umum. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai Formulasi Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 3  Tahun 2017 Tentang  Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Tabalong, 2) Untuk mengetahui dan menganalisis faktor- faktor  yang mendukung dan mengahambat Formulasi Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 3  Tahun 2017 Tentang  Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan pendekanatan kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti dilokasi penelitian yaitu mengenai Formulasi Kebijakan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Tabalong belum optimal untuk dijadikan kebijakan. Hasil penelitian ini adalah 1) sumber daya manusia, 2) sosial budaya, 3) pengaruh intern, 4) pengaruh ekstern dan 5) ekonomi atau pendanaan benar merupakan faktor penghambat.


Kata Kunci : Formulasi; Kebijakan Publik;  Kawasan Tanpa Rokok (KTR)