Abstract

Tujuan monitoring dan evaluasi program CSR PT.Adaro Indonesia adalah ingin mengetahui dan menganalisis  dampak program pengembangan kebun karet unggul yang telah dilaksanakan oleh CSR PT. Adaro Indonesia pada tahun 2007 melalui pemanfaatan bantuan bibit karet unggul yang ditanam dilihat dari jumlah  Penelitian monev dilakukan secara kualitatif, yaitu menggunakan metode evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam monev menggunakan teknik wawancara, kuesioner (angket), dokumentasi, dan observasi.


Optimalisasi pemanfaatan penanaman bibit karet unggul serta perawatannya. Seperti, bantuan bibit karet unggul yang diberikan oleh PT.Adaro Indonesia melalui Dinas Perkebunan dilihat dari pemanfaatan dan perawatannya dapat dikatakan  belum optimal hal ini disebabkan sebagian bibit banyak yang mati sebelum ditanam dan bibit tersebut bukan bibit unggul, bibit yang diberikan berbentuk stum bukan berbentuk polibex. Dalam mengatasi hama penyakit sangat dikeluhkan oleh anggota petani karet, sebab tidak adanya pelatihan/penyuluhan tentang mengatasi hama penyakit yang bisa mematikan banyak pohon karet, biasanya pohon tersebut tumbang dengan sendirinya, akibat kurang intensnya PPL datang melakukan penyuluhan. Hasil yang mereka peroleh tidak maksimal. Sistem penanaman sebagian besar mengikuti anjuran dari PPL, tapi tidak sedikit dari mereka mempunyai inisiatif dan cara tersendiri. Hal ini menyesuaikan kondisi tingkat kesuburan tanah. Sistem panen yang dilakukan oleh kelompok petani sebagian besar pohon karetnya berproduksi, tetapi ada sebagian pohon yang tidak dapat  disadap karena bukan dari bibit unggul dan kualitasnya tidak terlalu bagus sehingga getah karetnya lambat keluar. Sebagian besar dari mereka tidak melibatkan orang lain dalam menyadap karetnya, karena itu akan mengurangi angka pendapatan yaitu sistem bagi hasil.Outcomes/dampak bantuan bibit karet unggul seperti bantuan bibit karet unggul yang diberikan oleh PT.Adaro Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani karet, hal ini dikarenakan bibit yang diterima oleh kelompok petani bukan bibit karet unggul sehingga secara ekonomi hasil yang didapat belum memuaskan ditambah harga karet saat ini menurun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani karet. Akibatnya mereka tidak memiliki tabungan.


 Kata Kunci : Monitoring, Evaluasi Program, Kebun Karet Unggul