Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari sebuah layanan mobil keliling dalam memberikan pelayanan pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan dalam kurung watu satu tahun. Serta ingin memberikan gambaran bagaimana bentuk pelayanan dalam pemungutan pajak bumi dan bangunan itu sendiri berjalan dengan semestinya.


Penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskripstif adapun yang menjadi tolak ukur partisipasi dalam efektivitas pemungutan PBB-P2 yaitu terdiri dari pihak Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Tabalong yaitu sebanyak 2 orang serta pihak masyarakat 3 orang. Dengan  menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara dan Analisis data.


Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan prosedur sudah berjalan baik.  Jika di lihat dari teori Pasolong (2010) terdapat beberapa faktor antara lain: 1. Kemampuan 2. Kemauan 3. Energy 4. Teknologi 5. Kompensasi 6. Kejelasan tujuan dan 7. Keamanan namun terdapat juga kendala yang didapati peneliti antara lain: 1. Ada beberapa masyarakat yang tidak mengikuti persyaratan 2. Jadwal mobil keliling yang kurang terinformasi ke pada masyarakat 3. Mungkin perlu lagi di tingkatkan kembali dalam memberikan layanan


Kata kunci : Efektivitas Layanan Mobil Keliling, PBB-P2, Kabupaten Tabalong