Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan penggunaan absensi finger print serta menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat efektivitas penerapan absensi finger print dalam rangka meningkatkan disiplin pegawai pada kantor kementerian agama kabupaten Tabalong. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dilakukan dalam situasi alamiah, tetapi didahului oleh intervensi dari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi dilapangan. Dengan penelitian ini untuk keperluan analisis data, penulis tidak menggunakan teknik statistik, dalam arti tidak terikat kepada skor dan skala. Jadi, data yang diperolah dari responden di analisis dan diolah secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik-teknik persentase yang bersumber dari (Muhammad.Ali.1987.5). Dengan sampel yang diambil berjumlah 45 orang. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa efektivitas penerapan finger print dalam rangka meningkatkan disiplin pegawai di kantor departement agama kabupaten Tabalong di lihat dari hasil angket yang sudah di olah dapat di kategorikan efektif (62 %). Faktor yang menghambat penghambat efektivitas penerapan absensi finger print dalam rangka meningkatkan disiplin pegawai pada kantor kementerian agama kabupaten Tabalong antara lain kurangnya kesadaran aparatur sipil negeri (ASN), keterlambatan pada saat mengidentifikasi objek, listrik tidak stabil, jam dan tanggal kadang tidak sesuai serta mesin finger print nyala dan hidup kembali sendiri.


Kata Kunci : Efektivitas, Penerapan, Absensi Finger Print, Disiplin