Abstract

Penelitian tentang kualitas pelayanan perpustakaan daerah dalam meningkatkan minat baca dilihat dari aspek responsiveness di Kabupaten Tabalong penting dilakukan, karena pembinaan dan pengembangan minat baca tidak hanya tanggung jawab sekolah, perguruan tinggi ataupun orang tua saja, tetapi tanggung jawab bersama antar sekolah, perguruan tinggi, orang tua, Perpusda Kabupaten Tabalong dan pemerintah daerah Kabupaten Tabalong.


Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif secara analitik yaitu mengungkapkan masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik melalui hasil observasi, kuesioner/angket. Populasi penelitian ini berjumlah 30 orang. Sampel yang diambil berjumlah 30 orang. Teknik analisa ini dideskripsikan menggunakan analisis persentase.


Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas Pelayanan Perpustakaan Daerah Dalam Meningkatkan Minat Baca Dilihat Dari Aspek Responsiveness di Kabupaten Tabalong dari persentase yang paling menonjol ada pada jawaban sangat baik dengan persentase cukup baik. Sementara rekapitulasi jawaban responden terkait faktor penghambat Kualitas Pelayanan Perpustakaan Daerah dalam meningkatkan minat baca dilihat dari aspek responsiveness di Kabupaten Tabalong terlihat bahwa faktor penghambat yang paling dominan ada pada indikator kemampuan organisasi, struktur, sumber daya maupun sisi kemampuan anggaran, untuk indikator luas geografis, rendahnya minat masyarakat dengan jawaban bukan faktor penghambat. Sehingga dapat disimpulkan faktor penghambat kualitas pelayanan perpustakaan daerah dalam meningkatkan minat baca dilihat dari aspek responsiveness di Kabupaten Tabalong ada pada indikator aparat pelaksana dan anggaran


Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Minat Baca, Aspek Responsiveness